Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Kamis, 25 Oktober 2012

Hadit kedelapan : Perintah Memerangi Manusia Yang Tidak Sholat dan Tidak Mengeluarkan Zakat


Nasehat adalah : ungkapan yang menyeluruh berupa keinginan yang mencakusemua kebaikan.
Yang dimaksud adalah bahwa nasehat merupakan penopang agama.
* Yang dimaksud dengan nasehat kepada Allah adalah beriman kepadanya, tidak menyekutukannya, mensucikannya dari segala kekurangan, ta’at kepada-Nya dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Nasehat  kepada Rasul-Nya adalah membenarkan
risalahnya, beriman kepada semua yang dibawanya, menghormatinya, melaksanakannya ajarannya dll.


Terjemah hadits /
ﺚﻳﺪﺤﻟا ﺔﻤﺟﺮﺗ :
Dari  Ibnu  Umar  radhiallahuanhuma  sesungguhnya  Rasulullah SAW   bersabda  Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta  mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah Υ         (Riwayat Bukhori dan Muslim)
Catatan :

Hadits ini secara praktis dialami zaman kekhalifahan Abu Bakar As-Shiddiq, sejumlah rakyatnya ada yang kembali kafir. Maka Abu Bakar bertekad memerangi mereka termasukdiantaranya mereka yang menolak membayar zakat . Maka Umar bin Khottob menegurnya seraya berkata : Bagaimana kamu akan memerangi mereka yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah sedangkan Rasulullah telah bersabda : Aku diperintahkan..(seperti hadits diatas)” . Maka berkatalah Abu Bakar : Sesungguhnya zakat adalah haknya harta”,9) hingga akhirnya Umar menerima dan ikut bersamanya memerangi mereka.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / ﺚﻳﺪﺤﻟا ﻦﻣ ﺪﺋاﻮﻔا :
1.  Maklumat peperangan kepada mereka yang musyrik hingga mereka selamat.

2.  Diperbolehkannya  membunuh  orang yang mengingkari shalat  dan memerangi  mereka yang menolak membayar zakat.
3.  Tidak   diperbolehkan   berlaku   sewenang-wenang   terhadap  harta  dan  darah  kaum

muslimin.

4.  Diperbolehkannya hukuman  mati bagi setiap muslim jika dia melakukan perbuatan yang menuntut dijatuhkannya hukuman seperti itu seperti : Berzina bagi orang yang sudah menikah  (muhshan),  membunuh   orang   lain   dengan   sengaja   dan   meninggalkan agamanya dan jamaahnya .
5.  Dalam hadits ini terdapat  jawaban  bagi kalangan murjiah yang mengira bahwa iman tidak membutuhkan amal perbuatan.
6.  Tidak  mengkafirkan  pelaku  bid’ah  yang  menyatakan  keesaan  Allah  dan  menjalankan

syari’atnya.

7.  Didalamnya  terdapat  dalil  bahwa  diterimanya  amal  yang  zhahir  dan  menghukumi berdasarkan sesuatu yang zhahir sementara yang tersembunyi dilimpahkan kepada Allah.

Rabu, 24 Oktober 2012

Hadits 15: Berkata Yang Baik atau Diam

Terjemah hadits / ا ﺔﻤﺟﺮﺗ :
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah SAW  bersabda: Siapa yang beriman  kepada Allah dan hari akhir hendaklah  dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman  kepada  Allah  dan  hari  akhir  hendaklah  dia  menghormati  tetangganya  dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya    (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Pelajaran :
  1.  Iman terkait langsung dengan kehidupan sehari-hari.
2.  Islam  menyerukan  kepada  sesuatu  yang  dapat  menumbuhkan  rasa  cinta  dan  kasih sayang dikalangan individu masyarakat muslim.
3.  Termasuk kesempurnaan iman adalah perkataan yang baik dan diam dari selainnya .

4.  Berlebih-lebiha dalam   pembicaraan   dapat   menyebabkan   kehancuran,   sedangkan menjaga pembicaraan merupakan jalan keselamatan.
5.  Islam  sangat  menjaga  agar  seorang  muslim  berbicara  apa  yang  bermanfaat  dan

mencegah perkataan yang diharamkan dalam setiap kondisi.

6.  Tidak  memperbanyak   pembicaraan  yang  diperbolehkan,  karena  hal  tersebut  dapat menyeret kepada perbuatan yang diharamkan atau yang makruh.
7.  Termasuk kesempurnaan iman adalah menghormati tetangganya dan memperhatikanya serta tidak menyakitinya.
8.  Wajib berbicara saat dibutuhkan, khususnya jika bertujuan menerangkan yang haq dan beramar ma’ruf nahi munkar.
9.  Memuliakan  tamu  termasuk  diantara  kemuliaan  akhlak  dan  pertanda  komitmennya terhadap syariat Islam.

10. Anjuran untuk mempergauli orang lain dengan baik.




Hadits 9: Melaksanakan Perintah Sesuai Kemampuan

*. Maksudnya adalah bahwa mereka yang tidak membayar zakat berhak diperangi berdasarkan hak (ajaran) Islam seperti yang disinggung dalam hadits.
Terjemah hadits / ﺚﻳﺪﺤﻟا ﺔﻤﺟﺮﺗ :
Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiallahuanhu dia berkata :  Saya

mendengar Rasulullah ε bersabda : Apa yang aku larang hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya         kehancuran            orang-orang                                 sebelum          kalian            adalah           karena   banyaknya pertanyaan  mereka  (yang  tidak  berguna)  dan  penentangan  mereka  terhadap  nabi-nabi mereka.                             (Bukhori dan Muslim)
Pelajaran :
1.  Wajibnya menghindari semua apa yang dilarang oleh Rasulullah ε.

2.  Siapa yang tidak mampu melakukan perbuatan yang diperintahkan  secara keseluruhan dan dia hanya mampu sebagiannya saja maka dia hendaknya melaksanakan apa yang dia mampu laksanakan.
3.  Allah  tidak   akan   membebankan   kepada   seseorang  kecuali  sesuai   dengan   kadar

kemampuannya.

4.  Perkara yang mudah tidak gugur karena perkara yang sulit.

5.  Menolak keburukan lebih diutamakan dari mendatangkan kemaslahatan.

6.  Larangan untuk saling bertikai dan anjuran untuk bersatu dan bersepakat.

7.  Wajib mengikuti Rasulullah ε, ta’at dan menempuh jalan keselamatan dan kesuksesan.

8.  Al Hafiz  berkata : Dalam  hadits  ini terdapat isyarat untuk  menyibukkan  diri  dengan perkara  yang  lebih  penting  yang  dibutuhkan  saat  itu  ketimbang  perkara  yang  saat tersebut belum dibutuhkan.